Social Activities

  • Pada Selasa, 5 Desember 2017, telah dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu binaan PT Dexa Medica di Pendopo Desa Simpangan, Cikarang Utara. Kegiatan ini diisi dengan penyuluhan mengenai tumbuh kembang anak.

    Dharma dexa -wadah kegiatan sosial PT Dexa Medica- bekerjasama dengan Lembaga Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Jababeka beserta perusahaan lain yang bernaung di LPPM dalam melaksanakan penyuluhan yang dihadiri oleh 120 orang kader posyandu binaan.

    Tahun 2017, posyandu binaan dharma dexa meningkat menjadi 31 unit dari yang sebelumnya berjumlah 15 unit di 2016.

    Dalam kegiatan ini, dr. Ayu dari Klinik President Medical Center memberikan penyuluhan mengenai "Tumbuh Kembang Anak". Menurut dr. Ayu, 30% anak di Indonesia mengalami gangguan perkembangan. Sejumlah 80% di antaranya disebabkan kurangnya stimulasi.

    Lebih jauh, dr. Ayu menjelaskan bahwa gangguan perkembangan yang banyak ditemui adalah a) gangguan bicara yang dialami 8% anak usia sekolah: b) perawakan pendek dialami 34% anak. Hal ini dapat terjadi karena gangguan gizi, kelainan endokrin atau kelainan kromosom; c) Autisme dengan prevalensi 1% dari populasi di Asia, Eropa, Amerika Utara. Biasanya muncul sebelum 3 tahun; d) Disabilitas intelektual dengan IQ <70. Prevalensi 1-3% dari populasi umum; d) Celebral Palsy 1,5 – 2,5 dari 1000 kelahiran hidup (di USA); e) Sindrom Down; dan f) ADHD dialami 5% dari populasi.

    Yang dimaksud dengan tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik secara kuantitatif, sedangkan berkembang mengacu pada bertambahnya kemampuan dan struktur tubuh yang lebih kompleks secara kualitatif. “Untuk itu orangtua perlu mengamati proses tumbuh kembang anak yang sesuai dengan umurnya,” urainya lagi.

    Pengamatan terhadap tumbuh kembang anak perlu dilakukan oleh orangtua, pengasuh, keluarga, masyarakat, dan petugas kesehatan. "Posyandu merupakan salah satu tempat deteksi dini bagi pertumbuhan anak," demikian tambahnya. Corporate Communications Dexa Medica